Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Nyata Party yang Membawa Kenikmatan
Linda Lendir
15.39
Cerita Dewasa ini adalah Pengalaman Sex Kisah Nyata Party yang Membawa Kenikmatan Cerita Dewasa merupakan pengalaman sex yang sangat susah untuk di lupakan. Cerita sex kali ini berdasarkan pengalaman dari pengirim cerita yang tidak mau di sebutkan nama nya , untuk menghormati itu kami menggunakan nama palsu dalam Cerita 17+ kali ini.Untuk itu silahkan langsung di simak cerita nya :
Kisah Nyata Party yang Membawa Kenikmatan
Jam 18.30 aku dan Lina sudah meluncur di jalan. Ia menunjuk sebuah Mall, maka ke sanalah mobilku kuarahkan. Dari keterangan Lina pula aku tahu nanti mesti menuju ke salah satu sudut cafe terbuka di Mall tersebut. Di sana, menurut Lina pula, kita tinggal menjatuhkan apa saja; bisa sapu tangan, korek api, atau barang belanjaan. Setelah itu akan ada laki-laki yang berlagak mengambilkan barang yang jatuh itu. Kalau kita suka pada laki-laki itu tinggal bilang “OK” tapi kalau tidak suka tinggal bilang “Thanx.”
“Kalau OK, mainan itu akan langsung nguntit kita, hi, hi, hi..,” jelas Lina sambil cekikikan.
Aku pun menyambutnya dengan tertawa dan masih ada perasaan-perasaan tegang.
“Kamu bilang mainan?” tanyaku.
“Ya, kita semua di tempat fitness menyebutnya mainan, mainan pembawa nikmat, hi, hi, hi..,” kata Lina lagi masih ditutup dengan tawa.
Untung lalulintas tak begitu padat hingga tepat jam 19.00 kami sudah tiba di sana. Cafe yang disebut Lina ternyata hanya warung terbuka biasa yang menjual aneka minuman dan makanan ringan. Tampak di sana sejumlah anak muda laki-laki dan perempuan.
“Yang cewek nyari cowok, yang cowok nunggu panggilan cewek,” bisik Lina, dilanjutkan aksinya menjatuhkan saputangan tanpa menghentikan langkah melewati cafe tersebut. Aku pun tak mau ketinggalan menjatuhkan kaca mata gelapku. Betul saja tidak lama kemudian ada dua anak muda menghampiri dan mengembalikan barang-barang tersebut. Aku pandangan si pembawa kacamataku, seperti terkena sihir mulutku otomatis mengatakan “OK,” demikian pula Lina yang mungkin merasa cocok dengan anak yang menghampirinya. Tanpa basa-basi lagi kami memutuskan untuk segera meninggalkan tempat itu. Cerita Sex 2016
Setibanya kembali di tempat parkir, dua anak muda itu masing-masing mengenalkan diri.
“Ronal,” kata pasangan Lina sambil mengecup pipi Lina kemudian menjabat tanganku. Lina pun membisikan namanya.
“Aldi,” kata pasanganku sambil mengecup dan menggandeng pinggangku.
“Oh,” hatiku terasa melayang meski hanya digandeng begitu saja... baca Selengkapnya...!!!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...